MELAWAN TERORISME DI INDONESIA

Melawan terorisme tidak hanya menangkap pelakunya, lalu dijebloskan dalam penjara dan apabila sudah di penjara dianggap selesai. Sementara itu kaki tangan yang lain bergerak lebih hati-hati sedang akar permasalahannya tidak terbongkar. Oleh karena itu lebih baik menangkap dan mencegah dari pada menindak menanggulangi terorisme ini. Kalaui menindak dan menanggulangi berarti peristiwannya telah muncul kepermukaan, berarti sasaran terorisme sudah  tercapai dan personil yang digunakan yang tertangkap merupakan korban yang sudah dikalkulasikan. Mencegah dan menangkal lebih menguntungkan berarti peristiwanya belum muncul dan akibatnya belum dirasakan oleh masyarakat luas. Oleh karena itu konsep melawan terorisme harus utuh yaitu menangkal dan mencegah berarti ‘deterent” atau persuasif serta menindak dan menanggulangi berarti represif. Melihat konsep melawan terorisme ini sebaiknya konsep “cegah dan tangkal” harus lebih dominan daripada “tindak dan tanggulangi”.

Sejalan dengan uraian diatas implementasi konsep melawan terorisme adalah : (1) mendeteksi dini terorisme oleh aparat intelejen dari berbagai badan dan lembaga pemerintah termasuk intelejen TNI dan POLRI yang dikoordinasikan oleh Badan Intelejen Nasional.

(2) menangkal terorisme oleh seluruh komponen bangsa, dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang berarti melibatkan seluruh potensi bangsa yang ada termasuk tentara, polisi dan komponen masyarakat lainnya.

(3) menindak terorisme berarti melumpuhkan para teroris, dapat digunakan aparat TNI atau Polri yang berkemampuan untuk ini, didukung oleh seluruh komponen bangsa. Mengingat menindak adalah tindakan yang memerlukan mobilitas, kecepatan dan kemampuan yang tinggi, maka kendali dan koordinasi antara pelaksana operasi perlu diatur jelas.

(4) menanggulangi akibat terorisme berarti mengerahkan aparat penegak hukum dalam rangka memproses sesuai kaidah hukum serta menanggulangi akibat terorisme berarti harus melibatkan aparat pemerintah dan masyarakat seperti membangun kembali akibat kerusakan.

Koordinasi dan Kendali

Melawan terorisme, tidak hanya melibatkan polisi dan tentara tetapi juga seluruh instansi pemerintah dan masyarakat luas, oleh karena itu memerlukan koordinasi yang mantap. Untuk itu perlu dibentuk badan khusus yang menangani maslah terorisme ini seperti halnya badan yang lain ( BKKBN, Basarnas, Bakosurtanal, dll ). Unsur yang terlibat bersifat nasional dan menyeluruh maka seyogyanya kendali melawan terorisme oleh Presiden dan kegiatan sehari-harinya membentuk Pusat Komando dan Pengendali Krisis atau Puskodal yang diatur tersendiri dengan Keppres.

Penutup

Melawan terorisme pada prinsipnya sama dengan melawan “penyakit menular” dalam ilmu kesehatan “ Preventive is better that cure “. Maka melawan terorisme yang paling efektif dan efisien adalah ‘ cegah dan tangkal “ sedang “ tindak dan tanggulangi “ dilaksanakan apabila tindakan cegah dan tangkal gagal dilaksanakan. Kita harus belajar sejarah, negara yang dalam hal deteksi dini oleh aparat intelejen yang kuat seperti Amerika Serikat, negaranya lebih stabil dan selalu memenangkan diplomasi dalam percaturan internasional.

2 responses to “MELAWAN TERORISME DI INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s